Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Tech News

Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Pendeta Dr. Bonar Napitupulu, MTh

Written By napitupulusipakko on Selasa, Januari 28, 2014 | Selasa, Januari 28, 2014

Nama:
Pendeta Dr. Bonar Napitupulu, MTh


Bonar Napitupulu

Lahir :  Balige, 15 Februari 1949
Jabatan: Ephorus HKBP, 2004-2008 dan 2008-2012
Isteri: Tarapul Shinta Ria Sitanggang

Pendidikan:

1. Sarjana Teologia (STh) dari Fakultas Teologia Universitas HKBPNommensen 1972
2.Master Teologia (MTh) dari The South East Asia Graduate School of Theology, 1983
3.Doktor teologia dari The South East Asia Graduate School of Theology, 1993
4.Kursus Manajememen di LPPM Jakarta,1976

Karir:

– Vicar di HKBP Sidorame, 1972-1973
– Pendeta di HKBP Resort Jakarta, 1975-1979
– Pendeta di HKBP Resort Tanah Tinggi Jakarta, 1979-1981
– Pendeta di HKBP Pondok Bambu Jakarta, 1981-1989
– Pendeta di HKBP Resort Sutoyo Jakarta, 1993-1998
– Pendeta di HKBP Resort Medan I, 1998-1999
– Pendeta di HKBP Resort Medan, 1999-2004
– Ephorus HKBP, 2004-2008 dan 2008-2012

Alamat Rumah:
Kompleks Kantor Pusat HKBP, Pearaja Tarutung 22413, Sumatera Utara, Indonesia
Telp: 62-633-21022
Fax: 62-633-21596
E-mail: bonarnapitupulu@yahoo.com
ephorus@hkbp.or.id

Alamat Kantor:
Kantor Pusat HKBP, PearajaTarutung 22413 Sumatera Utara, Indonesia
Telp: 62-633-21707 62-633-21337

Pdt. Dr. Bonar Napitupulu, MTh
Ephorus HKBP 2004-2012

Pendeta Dr. Bonar Napitupulu, MTh, kelahiran Balige, 15 Februari 1949, menjabat Ephorus HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) dua periode (2004-2008 dan 2008-2012). Doktor teologia lulusan The South East Asia Graduate School of Theology, 1993, ini adalah Ephorus (Pucuk Pimpinan) HKBP yang ke-13 sejak berdirinya HKBP 7 Oktober 1861 dan Ephorus pribumi kedelapan sejak 1940.

Pusat Data Tokoh Indonesia mencatat, Ephorus HKBP pertama sampai keduabelas adalah Pdt. DR. I.L. Nommensen (1881-1918), Pdt. Valentin Kessel (Pejabat Ephorus) (1918-1920), Pdt. DR. J. Warneck (1920-1932), Pdt. P. Landgrebe (1932-1936), Pdt. DR. E. Verwiebe (1936-1940)Pdt. K. Sirait (1940-1942), Pdt. DR. hc. J. Sihombing (1942-1962), Ds. DR. hc. T.S. Sihombing (1962-1974), Ds. G.H.M. Siahaan (1974-1986), Pdt. DR S.A.E. Nababan, LLD (1986-1998), Pdt. DR. P.W.T. Simanjuntak (1992-1998), dan Pdt. DR. J.R. Hutauruk (1998-2004).

Suami dari Tarapul Shinta Ria Sitanggang, ini menyelesaikan studi Sarjana Teologia (STh) dari Fakultas Teologia Universitas HKBPNommensen, 1972. Kemudian meraih gelar Master Teologia (MTh) dari The South East Asia Graduate School of Theology, 1983 dan Doktor teologia juga dari The South East Asia Graduate School of Theology, 1993. Ia pun pernah mengikuti Kursus Manajememen di LPPM Jakarta,1976.

Memulai karir sebagai Vicar di HKBP Sidorame, 1973-1973. Setelah itu ditahbiskan jadi pendeta bertugas di HKBP Resort Jakarta, 1975-1979, HKBP Resort Tanah Tinggi Jakarta, 1979-1981 dan di HKBP Pondok Bambu Jakarta, 1981-1989. Lalu melayani sebagai Pendeta Resort di HKBP Resort Sutoyo Jakarta, 1993-1998, HKBP Resort Medan I, 1998-1999, dan HKBP Resort Medan, 1999-2004. Kemudian dalam Sinode Godang terpilih sebagai Ephorus HKBP, 2004-2008 menggantikan Pdt. Dr. J.R. Hutauruk (1998-2004). Ia pun terpilih kembali untuk periode kedua (2008-2012).

Sinode 59
Pdt Dr Bonar Napitupulu terpilih kembali pada Sinode Godang HKBP ke-59 di Seminarium Sipoholon, Tarutung, Tapanuli Utara, 1- 7 September 2008. Ia terpilih dalam pemilihan yang berlangsung selama tujuh jam, dalam dua putaran.

Putaran pertama, ia memperoleh 602 suara, disusul Pdt WTP Simarmata MA dengan 474 suara, dan DR Jamilin Sirait 192 suara dari 1.268 sinodestan (peserta sinode) yang mewakili 26 Distrik HKBP.

Sesuai peraturan tata tertib HKBP, seorang kandidat akan dinyatakan terpilih jika memperoleh setengah N + 1 dari 1.268 suara yakni 635 suara. Berhubung belum ada calon yang meraih setengan N+1 suara, maka dilakukan putara kedua, yang diikuti dua urutan teratas.

Dalam putaran kedua Pdt Bonar Napitupulu unggul dengan suara 682, mengalahkan Pdt WTP Simarmata MA, mantan Sekjen HKBP periode 2004-2008, memperoleh suara 585.

Selain memilih Ephorus, Sinode juga memilih Sekjen HKBP. Terpilih sebagai Sekjen Pdt Ramlan Hutahaean MTh, mengalahkan Pdt Janter Tambunan STh, Pdt Rambi Hutagaol, Pdt Beljumen Sidabutar, Pdt Sabar Siahaan dan Pdt Darwin Lumbantobing.

Pada periode pertama (1998-2004), Ephorus Bonar Napitupulu didampingi Pdt. W.T.P. Simarmata, MA sebagai Sekretaris Jenderal, yang kemudian maju sebagai saingan dalam pemilihan Ephorus. Periode kedua (2008-2012 didampingi Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh.

Sekjen HKBP sebelumnya adalah Ds. K. Sitompul (1950-1957, Ds. DR. T.S. Sihombing (1957-1962), Ds. G.H.M. Siahaan (1962-1974), Pdt. DR. F.H. Sianipar (1974-1978), Ds. P.M. Sihombing, MTh. (1978-1986), Pdt. O.P.T Simorangkir, SMTh (1986-1992), dan Pdt. DR. S.M. Siahaan (1992-1998).

Sinode juga memilih Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Marturia, dan Kepala Depertemen Diakonia. Terpilih menjadi Kepala Departemen Koinonia Pdt.Dr.Jamilin Sirait mengungguli kandidat lainnya Pdt M Siagian STh, Welman P Tampubolon, Pdt David F Sibuea, Pdt Armada Sitorus STh, Pdt Bonar H Nababan, dan Pdt COR Silaban.

Kepala Departemen Marturia Pdt Binsar Nainggolan, mengungguli Pdt JAU Doloksaribu, Pdt Esron M Tampubolon, Pdt Siter MP Hutasoit.

Kepala Depertemen Diakonia Pdt Nelson F Siregar, mengungguli Pdt Plaston Simanjuntak, Pdt Welman P Tampubolon, Pdt Jalongos Manullang, dan Pdt DR Binsar Nainggolan.

Gereja Terbesar
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) adalah Gereja Protestan terbesar di Indonesia, memiliki lebih dari 3 juta anggota. Gereja ini berdiri pada 7 Oktober 1861 atas pelayanan misi RMG (Rheinische Missions-Gesselschaft) dari Jerman. Bertumbuh di Tanah Batak kemudian berdiaspora ke berbagai tempat di mana orang Batak merantau baik di berbagai pelosok Indonesia maupun di luar negeri, seperti di Singapura, Kuala Lumpur, Los Angeles, New York, Seattle dan di negara bagian Colorado.

Saat ini, HKBP memiliki lebih dari 3 juta anggota di seluruh Indonesia. HKBP juga mempunyai beberapa gereja di luar negeri, seperti di Singapura, Kuala Lumpur, Los Angeles, New York, Seattle dan di negara bagian Colorado. Umumnya anggota jemaat HKBP adalah orang Batak, namun banyak juga dari berbagai suku bangsa lainnya.

Gereja yang berkantor pusat di Pearaja, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ini adalah gereja yang berasaskan ajaran Lutheran dan merupakan anggota dari Federasi Lutheran se-Dunia (Lutheran World Federation) yang berpusat di Jenewa, Swiss. HKBP juga anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), anggota Dewan Gereja-gereja Asia (CCA), dan anggota Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD).***
Refrensi:
– Almanak HKBP 2009
Selasa, Januari 28, 2014 | 0 komentar

Robert W Napitupulu

Written By napitupulusipakko on Rabu, Januari 08, 2014 | Rabu, Januari 08, 2014


Kepengurusan DPC Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Balikpapan yang membawahi Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara, akhirnya dilantik dan dikukuhkan, bersamaan dengan pengurus DPC Peradi Samarinda di Hotel Gran Senyiur, Selasa (10/6) malam.

Robert W Napitupulu SH MH dilantik sebagai Ketua DPC Peradi Balikpapan dan  Arjunawan SH sebagai Ketua DPC Peradi Samarinda yang membawahi kabupaten Kukar, Kubar, Kutim, Bontang hingga Tarakan.

Pelantikan dan pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua DPN Peradi Thomas Tampubolon SH MH didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi, Sutrisno SH MH. Kepengurusan Peradi Kota Balikpapan dan Samarinda merupakan kali pertama yang dilakukan melalui muscab Peradi.

"Saya mengajak pengurus Peradi Balikpapan untuk meningkatkan perumusan program kerja secara umum. Kami memiliki tujuan untuk penegakan supremasi hukum di Kota Balikpapan maupun Kaltim. Meski dalam sidang kita saling berlawanan, tetapi di dalam Peradi, kita tetap satu. Satu visi dan misi," kata Robert.
Rabu, Januari 08, 2014 | 0 komentar

Drs Paimin Napitupulu

Written By napitupulusipakko on Kamis, Desember 05, 2013 | Kamis, Desember 05, 2013



Menjadi petugas pemadam kebakaran bukanlah pekerjaan mudah. Selain karena harus bertaruh nyawa menghadapi api, persoalan kemacetan lalu lintas juga sering menjadi kendala dalam memadamkan api, sehingga petugas kerap terlambat datang ke lokasi kebakaran. Namun, kondisi itu seringkali tidak dipahami masyarakat dan menjadikan petugas sebagai bahan cemoohan. Bahkan, menjadi sasaran pelampiasan kekesalan dengan disiram air comberan seperti yang pernah dialami Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, Paimin Napitupulu.

Namun, bagi Paimin semua kendala itu tidak akan membuatnya mundur memadamkan api. Karena, slogan Pantang Pulang Sebelum Padam, memang sudah mendarah daging dalam dirinya. Padahal, sejak kecil Paimin tidak pernah bercita-cita menjadi pemadam. Pria kelahiran Sidikalang, 4 Pebruari 1956, ini kecilnya hanyalah anak nakal yang suka berkelahi.

Bahkan, meski ia dibesarkan dari keluarga pemuka adat dari ayah (alm) St O Napitupulu dan ibu (almh) Renasasi Br Sirait dan kedua-duanya bergelar Oppu Bernike, ia justru bercita-cita menjadi tentara. Untuk memuluskan cita-citanya, setelah tamat SMA tahun 1973, ia sempat masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Namun, belum selesai pendidikan militernya ditempuh dan karena kegemarannya berkelahi, pada tahun 1975 ia akhirnya drop out dari AKABRI dan dikembalikan ke tengah-tengah masyarakat. Paimin pun ke Jakarta, dan selama setahun ia harus tinggal di sekitar Terminal Blok M. Semangat belajarnya pun tidak kendur, ia pun melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk mengambil S1. Untuk membiayai hidupnya di ibu kota, Paimin juga tidak gengsi menyambi menjadi sopir taksi. Berkat semangat belajar yang tinggi, ia juga mampu menyelesaikan S2 di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dan S3 di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Bahkan, gelar profesor pun berhasil diraihnya dari dunia akademis.

Selama menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI sejak 2008 lalu, Paimin mengaku memiliki banyak pengalaman yang memungkinkannya untuk selalu bertemu dengan komunitasfire fighters. Sebuah komunitas yang tidak hanya banyak anggotanya, tapi juga memiliki semangat untuk membangun bangsa ini. Terutama para anggota pemadam yang mengedepankan tugas mulia dalam menyelamatkan warga.

"Saat fisik terasa lelah, bertemu dengan mereka seolah menjadi obat. Prinsip saya, kapan pun akan meluangkan waktu untuk mereka, dan saya berusaha datang ke setiap lokasi kebakaran. Karena kasus kebakaran waktunya sering terjadi bersamaan, tentu harus digilir satu per satu," ujarnya kepada beritajakarta.com, Rabu (19/10).

Sebagai pucuk pimpinan di Dinas Damkar dan PB DKI, dirinya dituntut harus bisa mengomando dan memotivasi anak buah. Dengan turun ke lapangan, diharapkan menjadi penyemangat bagi petugas di lapangan untuk berjibaku dengan api. "Tujuan saya ke lapangan, untuk memotivasi. Bagaimana pun juga, mereka pasti akan merasa diperhatikan karena pimpinannya tak segan membantu mereka," jelasnya.

Tak sekadar memotivasi, Paimin juga kerap membawa nasi beserta lauk pauk untuk dimakan bersama anggota setelah berhasil menjinakkan api. “Pakaian basah kuyup, berpeluh keringat sangat nikmat makan bersama-sama anggota. Sehingga akan terjadi rasa persaudaraan yang kuat antara pimpinan dan anggota,” katanya.

Perhatian lain juga ia berikan dalam bentuk kesejahteraan. Pada saat Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) DKI dikeluarkan, ia juga merealisasikan tambahan dana insentif risiko tingkat tinggi kepada petugas lapangan sebesar Rp 1 juta. Sedangkan untuk menambah keahlian petugas, ia selalu mengirimkan anggotanya untuk mengikuti ajang perlombaaan fire fighters tingkat internasional. Pada tahun 2010 ia bahkan sempat mengirimkan 5 anggotanya ke Singapura, dan berhasil meraih 5 emas, 3 perak dan menyabet predikat terbaik dalam kompetisi internasional 16th civil defence skill competition di negeri singa tersebut.

Di akhir karirnya kelak, Paimin ingin membuat sebuah buku bertema kebakaran, mulai dari penganggulangan, penanganan, hingga pengalaman dirinya saat terjun ke lapangan. Suatu saat nanti jika sudah tak menjabat sebagai Kepala Dinas Damkar dan PB DKI, dia juga bertekad akan selalu berbakti bagi dunia pemadam kebakaran. "Pasti saya akan terus berbakti, terutama di bidang keilmuan saya," tutupnya.
Kamis, Desember 05, 2013 | 0 komentar

Prof. Dr. W.P. Napitupulu

Written By napitupulusipakko on Kamis, Agustus 29, 2013 | Kamis, Agustus 29, 2013

Prof. Dr. W.P. Napitupulu

“Sosok Panutan Anggota Gerakan Pramuka”

Jakarta-Keluarga Besar Gerakan Pramuka kehilangan panutan yang dibanggakan, sosok yang selalu memilki pemikiran cemerlang yang dikenal sebagai pencetus ide Pertukaran Pemuda Indonesia, Prof Dr. W.P. Napitupulu meninggal dunia pada Senin, 21 Mei 2012 di RS Jantung Cinere, Jakarta Selatan.

Pada penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional Bulan Maret 2011 Kak Napit –begitu beliau biasa di sapa- masih terlihat hadir dalam rangka mengemban tugas sebagai Ketua Tim Pokja UU Gerakan Pramuka yang membuat Gerakan Pramuka semakin bangga. Karena di usianya yang senja beliau masih berkiprahbagi Gerakan Pramuka. Kini Undang-Undang Gerakan Pramuka telah menjadi salah satu “warisan” beliau bagi Anggota Gerakan Pramuka.

Kak Napit semasa hidup sempat menjabat beberapa tugas Pemerintah RI sebagai Direktur Departemen Urusan Research Nasional, Direktur di Departemen Tenaga Kerja dan Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga, Departemen Pendidikan dan Kepemudaan sejak tahun 1974-1991.

Begitu pula keaktifannya dalam Gerakan Pramuka, kiprahnya sebagai Wakil Ketua Kwartir Nasional masa bakti 1978-1993 dan dilanjutkan dengan pengabdiannya sebagai Andalan Nasional Gerakan Pramuka menjadi catatan membanggakan dalam hidupnya. Terlebih Kak Napit sempat menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (1978-1988) yang pada tahun yang sama beliau juga aktif di kepengurusan kepramukaan kawasan Asia Pasifik sebagai Committee Member of Asia Pasific Region.

Kak Napit memperoleh gelar Doctor of Education dari Stanford University, Stanford, California, USA pada tahun 1962. Catatan lain semasa hidupnya adalah aktif di dalam Komisi Nasional UNIESCO Departement Pendidikan dan Kepemudaan Republik Indonesia. Penghargaan berupa Dwija Sistha, Lencana Melati dari Gerakan Pramuka, Bintang Jasa Utama dari Presiden RI dan juga AP Award of Distinguished Service (APRSC).

Mengingat jasanya bagi Gerakan Pramuka dan juga negara, maka memalui upacara kenegaraan, jenazah Kak Napit akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis, 24 Mei 2012.
Kamis, Agustus 29, 2013 | 0 komentar

Manotar Napitupulu

Written By napitupulusipakko on Rabu, Agustus 21, 2013 | Rabu, Agustus 21, 2013


Manotar Napitupulu yang sudah bekerja di Garuda sejak 1978 dengan spesifikasi pesawat Airbus 330,
Ketua Federasi Pilot Indonesia, Manotar Napitupulu


Rabu, Agustus 21, 2013 | 0 komentar

Alm.Drs. H. Burhanuddin Napitupulu

Written By napitupulusipakko on Kamis, Februari 07, 2013 | Kamis, Februari 07, 2013


PROFILE

Nama Asli Alm.Drs. H. Burhanuddin Napitupulu Nama Panggilan Nama Populer Tempat/Tanggal Lahir Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia, 3 September 1942

BIOGRAFI

Daerah Asal Pemilihan :

Sumatera Utara I

Komisi :

Pemerintahan Dalam Negeri
Aparatur Negara
Otonomi Daerah
Agraria (Komisi II)

Karier
Karier Kerja Widyaiswara Lemhanas RI (0)
Anggota DPR – RI (2009)

Kamis, Februari 07, 2013 | 0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Manusia Batak

Pengunjung

Flag Counter

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *




Kunjungan Presiden RI

Event Sipakko

Daftar Blog Saya